selamat datang di kingkongBOLA.com, DAPATKAN PROMO MENARIK Cashback sd 10%

Alasan Kenapa Rusia Layak Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2018

Alasan Kenapa Rusia Layak Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2018

Berita tentang Piala Dunia 2018 kini sedang ramai dicari masyarakat di seluruh dunia. Ada yang ingin mengetahui perolehan hasil pertandingan dua negara, informasi terbaru, fakta unik dan lain sebagainya. Kabarnya, periode turnamen kali ini mengundang simpati banyak orang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Bukan hanya karena diikuti oleh tim nasional terkuat saja melainkan terdapat beberapa pemain legendaris terkenal, sebut saja seperti Ronaldo, Neymar dan Messi dimana ketiganya membela timnas masing-masing.

Kemudian yang tak kalah menarik yaitu terpilihnya Rusia sebagai tuan rumah selama Piala Dunia 2018. Bahkan hal tersebut sebenarnya telah diresmikan sejak sembilan tahun lalu tepatnya pada tahun 2010. Sempat terjadi kejadian mengejutkan serta pro kontra atas penetapan negara tersebut menjadi tempat penyelenggaraan pertandingan tingkat dunia. Namun pada akhirnya dapat diselesaikan dengan baik dan prosesnya berlanjut sampai sekarang.

Rusia Telah Dua Kali Menang Voting

Bukan seperti negara Uruguay yang dulu pernah menyandang gelar yang sama sebagai tuan rumah Piala Dunia periode pertama di tahun 1930. Negara itu langsung dipilih sendiri oleh pihak Federasi Sepak Bola Dunia atau FIFA karena pada saat itu baru terbentuk dan kebijakannya juga belum tetap, terutama mengenai cara penetapan tuan rumah turnamen. Lagipula alasan Uruguay terpilih bukan secara sembarangan tetapi memperhitungkan dua hal penting. Pertama, negara tersebut sudah menerima gelar sebagai juara utama tim sepak bola kemudian yang kedua karena tahun 1930 bertepatan dengan perayaan keseratus tahun kemerdekaanya. Hal itulah yang membuat FIFA meminta Uruguay untuk menyediakan tempat bagi pertandingan yang berlangsung selama satu bulan penuh tersebut.

Sementara itu, Rusia menang dalam pemilihan suara yang diikuti oleh seluruh anggota FIFA. Negara ini melawan enam kandidat lain diantaranya ada Inggris, Spanyol, Belanda dan lainnya yang turut mendaftar. Pada putaran pertama Rusia unggul 9 suara sehingga keluar sebagai pemenang. Bahkan yang pertama kali tidak lolos adalah negara Inggris karena hanya mendapatkan 2 suara saja. Meskipun telah mendapatkan nilai tertinggi ternyata masih belim mencukupi dimana kurang 50% suara untuk melengkapi keseluruhan hasil. Kemudian muncul isu jika pada saat itu negara Beruang Putih melakukan skandal suap agar bisa lebih unggul dari lainnya. Akhirnya diadakan voting ulang akan tetapi Rusia kembali menang dengan perolehan skor 6 suara. Setelah tahapan cukup panjang disertai pro kontra, ditetapkan jika negara tersebut resmi sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018.

Sempat Terjadi Masalah dan Kecaman

Tahukah Anda apabila sempat muncul skandal mengejutkan mengenai negara Rusia ketika diputuskan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018? Adanya dugaan apabila negara ini ternyata mendapatkan izin dan hak sebagai tuan rumah didapatkan melalui cara kotor. Beberapa petinggi pemerintahan dicurigai melakukan tindakan suap terhadap anggota penting dalam Komite Eksekutif Asosiasi FIFA. Kabarnya lagi yang mendapatkan uang suap tersebut merupakan pihak berhubungan langsung dengan proses penentuan tuan rumah Piala Dunia. Berita ini sebenarnya sudah tersebar luas dan langsung mendapatkan tanggapan kritikus bahkan masyarakat dunia.

Asumsi tersebut muncul dikarenakan pemilihan tuan rumah tahun 2018 diselenggarakan di waktu yang sama dengan Piala Dunia 2022. Sementara itu untuk periode 2022 dimenangkan oleh Qatar dimana juga dianggap bekerjasama dengan pemerintahan Rusia untuk memenangkan voting. Menanggapi adanya tuduhan tersebut FIFA turun tangan dan memberikan sebuah klarifikasi. Bahkan diadakan investigasi panjang yang dilakukan sejak tahun 2012, dipimpin oleh Michael Gracia selaku mantan pengacara kondang asal Amerika Serikat. Setelah hasilnya keluar, Gracia sendiri malah tidak mengungkapkannya di forum umum karena dapat melanggar kode etik. Dalam hal ini semua laporan investigasi tersebut dikirimkan ke badan penyelesaian.

Sebagai akibat dari adanya skandal suap tersebut kondisi Rusia sangat memprihatinkan. Salah satunya telah terjadi ketegangan dengan Ukraina bahkan konflik yang memang sebelumnya sudah terjadi itupun semakin memanas. Karena kini Rusia telah resmi memenangkan pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2018 maka pihak UEFA mengambil tindakan pencegahan supaya kedua negara tersebut tidak semakin bersitegang. Caranya yaitu mencegah keduanya bertemu dan berlaga bersama ketika pertandingan Liga Champions maupun Liga Eropa.

Yang Membuat Rusia Istimewa Sebagai Tuan Rumah

Saat itu negara Rusia telah mendapatkan total 13 suara dari dua kali voting pemilihan tuan rumah. Presiden FIFA, Sepp Blatter sendiri mengumumkan secara resmi di depan semua anggota federasi sepak bola tersebut jika Rusia terpilih menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018. Ketetapan tersebut sudah 100% sah berlaku sejak 2 Desember 2010 silam. Kemudian Sepp Blatter mengungkapkan apabila pada tahun 2018 dan 2022, turnamen akbar Piala Dunia akan menyambut sebuah babak baru. Hal ini dikarenakan Rusia menjadi tuan rumah untuk tahun 2018 sedangkan Qatar tahun 2022 menjadi yang pertama kali terjadi di kawasan Eropa Timur. Tidaklah heran apabila acara tersebut begitu ramai dan meriah bahkan sempat ditemukan berbagai macam hal mengejutkan. Nah, disamping itu pula terdapat beberapa keistimewaan dari Rusia sehingga dunia pantas menyebutnya layak menyandang posisi tuan rumah ajang Piala Dunia. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Rusia memiliki sejarah dan prestasi panjang termasuk menjadi tuan rumah atau tempat diselenggarakannya acara olahraga besar. Misalnya saja Olimpiade pada tahun 1980 dan sekarang Piala Dunia 2018. Kemudian di Moskow sempat menjadi tuan rumah dua turnamen final UEFA 1999 dan Liga Champion 2008.
  2. Mempunyai kota-kota besar yang padat penduduk serta didukung oleh fasilitas lengkap.
  3. Menyelenggarakan turnamen Piala Dunia di 13 kota terkenal sekaligus dengan dukungan stadion baru berstandar internasional. Daerah tersebut bahkan termasuk ke dalam dua benua, sebagian di wilayah Eropa dan beberapa diantaranya merupakan benua Asia.
  4. Mendapatkan dukungan dari negara-negara sahabat yang punya peran kuat di dunia. Selain itu juga pemerintahnya seperti Perdana Menteri Vladimir Putin begitu berambisi jika Rusia menjadi tuan rumah. Hal ini membuat negara tersebut tak segan megeluarkan miliaran dollar untuk mempersiapkan turnamen, mulai dari membangun stadion, penginapan dan hotel mewah, fasilitas bagi peserta, dan lain sebagaunya.
  5. Adanya pembangunan di negara Rusia di beberapa kota sangat mendukung dalam perkembangan bidang olahraga. Dengan begitu pihak FIFA sangat setuju apabila Piala Dunia diselenggarakan disana karena pertandingan dapat berjalan lancar karena fasilitasnya memadai.

Meskipun sebelumnya mengalami masalah mengenai isu suap di proses bidding pemilihan tuan rumah, akhirnya Rusia dinyatakan bebas tidak bersalah. Hal ini dibuktikan karena turnamen Piala Dunia 2018 tetap diselenggarakan di negara tersebut selama satu bulan penuh dengan lancar tanpa suatu kendala apapun. Bahkan euforia kemeriahan pesta turnamen sepak bola dunia tersebut makin meriah dengan adanya berbagai macam keunikan yang terjadi, seperti diikuti 32 negara anggota FIFA, munculnya pemain fenomenal, penonton internasional berdatangan langsung dan lain sebagainya.


Artikel Terkait Berita Bola