Chat with us, powered by LiveChat
selamat datang di kingkongBOLA.com, DAPATKAN PROMO MENARIK Cashback sd 10%

Alasan Mengapa Negara di Eropa Terlihat Lebih Superior dalam Ajang Piala Dunia

Alasan Mengapa Negara di Eropa Terlihat Lebih Superior dalam Ajang Piala Dunia

Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa timnas dari negara-negara di benua Eropa begitu mendominasi laga Piala Dunia dari jaman dahulu bahkan sampai sekarang. Tepatnya pada tahun 1958 sampai dengan 2002, tim dari Eropa dan Amerika Latin secara bergantian menduduki posisi sebagai pemenang atau juara dunia. Bahkan tim Eropa selama empat kali berurutan berhasil menyandang gelar bergengsi tersebut, sebut saja seperti timnas Inggris. Hal ini bisa Anda analisis sendiri dimana di babak perempat final Piala Dunia 2018 kemarin, sebagian besar negara yang berhasil lolos berasal dari benua Eropa. Adapun beberapa diantaranya adalah Kroasia, Inggris, belgia, dan Perancis sedangkan ada lagi Brazil dari Amerika. Meskipun tetap ada salah satu perwakilannya tetapi tidak dapat dipungkiri lagi apabila Amerika Latin semakin terpuruk dan mengalami kemunduran dari periode turnamen sebelumnya.

Eropa Selalu Menggilir Trofi Piala Dunia

Jika Anda perhatikan baik-baik dan mencari berbagai macam sumber Piala Dunia sepanjang tahun silam maka menemukan informasi jika Eropa mendominasi kemenangan. Hal ini seperti sebuah takdir atau memang para pemain dari negara tersebut mempunyai kualitas sepak bola terbaik di dunia sehingga menjadi lawan sulit bagis timnas negara lain, termasuk Amerika Latin. Bahkan Brazil yang sempat memengang posisi sebagai juara dunia kemarin mengalami kekalahan atas Belgia. Padahal banyak orang sudah memperkirakan apabila mereka akan menang, tak hanya karena adanya bintang andalan seperti Neymar tetapi keduanya merupakan saingan berat satu sama lain.

Menurut para analis pertandingan Piala Dunia, kawasan Eropa pasti akan meraih gelar juara lagi di tahun ini. Bahkan sebelumnya pernah mendapatkan kemenangan empat kali secara berutur-turut, mulai dari tahun 2006 yang dimenangkan timnas Italia, 2010 oleh Spanyol dan kemudian 2014 oleh Jerman. Bahkan sebelum Brazil merebut trofi di tahun 2002, kemungkinan Eropa dan Amerika Selatan atau Latin menjadi pemenangnya juga sangat besar. Sampai pada saat ini saja sudah ada 20 pertandingan Piala Dunia dimana 9 diantaranya dimenangkan Amerika Selatan sedangkan 11 lainnya oleh negara di Eropa. Sementara itu tim yang melaju ke babak final sudah dipegang oleh Eropa sebanyak 28 kali dengan perolehan jumlah prestasi, 12 juara dan 16 posisi kedua atau runners-up.

Mengapa Negara di Eropa Menonjol di Piala Dunia?

Apabila menganalisis lebih dalam lagi maka bukan hal aneh jika kita berfikir jika Eropa begitu mendominasi pertandingan. Apalagi menjadi juaran dalam Piala Dunia akan memberikan keuntungan tersendiri. Sebagian besar negara-negara tersebut akan mendongkrak nilai jual sekaligus popularitas timnya sehingga lebih diperhitungkan di mata dunia. Mungkinkah jika di belakang lapangan Eropa melakukan sebuah tindakan ganjil? Akan tetapi hal tersebut tidak bisa dijadikan sebagai alasan kuat, mengingat timnas dari negara-negara Eropa juga begitu bagus dimana dilengkapi dengan para pemain profesional serta pelatih berpengalaman. Bahkan kekuatan wilayah mereka sifatnya menyeluruh, bukan timpang di salah satu bagian saja. Hal inilah yang kemudian membuat mereka sulit dikalahkan oleh negara di benua lain, seperti Afrika, bahkan Amerika sekalipun. Ketika ada dua negara Eropa saling berhadapan maka akan menjadi momen menarik karena seperti menonton adu tanding dengan level kekuatan sama, contohnya saja seperti Inggris vs Kroasia. Inggris yang merupakan juara bertahan pada akhirnya rela mengakui kehebatan tim Kroasia karena menang terhadap mereka.

Selain kualitas pemainnya, ternyata ada lagi alasan lain yang menjadikan Eropa kuat dalam hal sepak bola Piala Dunia. Hal ini dikarenakan karena sebagian besar negara di kawasan tersebut mempunyai modal serta uang yang sangat banyak. Bidang industri sepak bla tentu akan makin berkembang dan meningkat dengan adanya perputaran uang mencapai milyaran dollar setiap tahunnya. Para pelatih serta pemainnya mampu hidup bergelimang kemewahan dengan fasilitas serta tunjangan hidup serba memadai. Hal ini dibuktikan dengan adanya laporan Delloite mengenai pasar sepak bola di kawasan Eropa yang bernilai 25,5 miliar Euro atau setara dengan 4.241 triliun rupiah. Angka yang fantastis bahkan jauh lebih besar bila dibandingkan dengan GDP beberapa negara yang digabungkan menjadi satu seperti dari Brazil, Uruguay, Amerika Latin dan Argentina. Ditambah lagi dengan adanya 20 klub olahraga terhebat lainnya juga memperoleh pendapatan besar yaitu lebih dari 9 miliar di tahun 2016 sampai 2017.

Tidak berhenti sampai disitu saja karena pendapatan terus masuk melalui berbagai macam sektor. Salah satunya dari pihak sponsor dan televisi dimana seluruh warga Eropa memang diminta menonton acara pertandingan sepak bola di TV sehingga membuat pemasukan makin besar. Misalnya saja di 2016 dan 2017, sudah ada 20 klub Liga Inggris mendapatkan penghasilan fantastis sekitar 6 miliar. Jumlah tersebut belum termasuk konsesi dari pihak UEFA sendiri sehingga masih murni berasal dari sponsor ataupun siaran televisi. Pertanyaannya, dipergunakan untuk apakan semua uang tersebut? Tentu saja dihabiskan guna meningkatkan kualitas para pemain serta bidang olahraga sepak bola di Eropa. Tak hanya membayar tiap pemain tetapi membangun berbagai macam fasilitas, contohnya saja seperti stadion, pusat pelatihan terbaik, pemasangan teknologi canggih, pengembangan fisik dan nutrisi, kantor database atlit dan lain sebagainya. Jadi para pemain muda Eropa sudah dilatih serta dirancang sedemikian rupa sehingga mampu bermain dengan maksimal di dalam pertandingan besar, khusunya dipersiapkan untuk menghadapi Piala Dunia. Salah satu pemain andalan bernama Kevin de Bruyne sudah merasakan kecanggihan teknologi sejak berusia 8 tahunan dan dilatih di Akademi Genk, Belgia. Kemudian juga Gabriel Jesus dimana sebelumnya menjadi pemain biasa kemudian bergabung dengan klub profesional saat dirinya masih berusia 16 tahun. Jadi Anda jangan heran kalau para pemain asal Eropa sudah mempunyai prestasi handal sejak masih belia.

Eropa Punya Lingkungan Bagus Bagi Para Pesepakbola

Satu lagi alasan mengapa tim Eropa begitu unggul dalam Piala Dunia adalah pengaruh lingkungan yang bagus. Menurut penelitian yang dikembangkan University of Michigan, ada beberapa pengaruh utama perkembangan prestasi anak. Adapun beberapa diantaranya yaitu dorongan atau support, fasilitas memadai serta dukungan pemerintah, jaringan yang nantinya akan membantu pemain muda mendapatkan kesempatan. Kesempatan itu sendiri bisa berupa berlaga di suatu turnamen, sekolah atau pelatihan sepak bola, dan lain sebagainya. Hal ini nampaknya akan lebih mendukung mereka menjadi calon pesepakbola profesional karena segala sesuatunya sudah dipersiapkan sedini mungkin. Anda dapat membandingkannya dengan wilayah lain dimana pemerintahnya sendiri bahkan tak acuh terhadap perkembangan bidang olahraga tersebut. Misalnya saja seperti di Indonesia dimana pemain kita sebenarnya sangat kompeten dan punya segudang bakat. Namun sayangnya fasilitas yang tersedia belum cukup memadai, misalnya pelatih bersertifikat, teknologi canggih penunjang permainan, gedung olahraga, stadion latihan dan lain sebagainya. Jadi jangan heran kalau sepanjang sejarah Piala Dunia, Indonesia hanya sempat memperkenalkan tim nasionalnya pada dunia hanya sekali saja.


Artikel Terkait Berita Bola

WhatsApp chat