Chat with us, powered by LiveChat
selamat datang di kingkongBOLA.com, DAPATKAN PROMO MENARIK Cashback sd 10%

Alasan Mengapa Pihak Rusia Kurang Pantas Menjadi Tuan Rumah Piala Dunia 2018

Yang terpilih menyelenggarakan turnamen besar Piala Dunia 2018 adalah Rusia mulai tanggal 14 Juni sampai 15 Juli mendatang. Akan tetapi sempat terjadi pro dan kontral bahkan beberapa tahun sebelum acara akbar tersebut dimulai. Ditambah lagi negara yang dipimpin oleh Presiden Vladimir Putih tersebut seringkali membuat kontroversi di mata dunia, mulai dari korupsi, suap, pertikaian dengan negara lain dan sebagainya. Ini sebenarnya juga menjadi pertimbangan besar bagi FIFA ketika memutuskan menggelar Piala Dunia 2018 disana. Sempat sembilan tahun lalu terjadi insiden mengejutkan dimana Rusia dianggap terlibat kasus suap terhadap beberapa anggota komite utama FIFA yang langsung berhubungan dengan pemilihan tuan rumah. Namun hal tersebut disanggah oleh pihak FIFA kemudian melakukan investigasi panjang untuk membuktikan jika tuduhan tersebut salah. Pada akhirnya laporan investigasi keluar dan tidak ditunjukkan pada publik karena ingin melindungi kode etik.

Adanya Maksud Terselubung dari Vladimir Putin

Sebelum memulai turnamen Piala Dunia 2018, Vladimir Putin memberikan pidato yang berisi tentang ucapan selamat datang para peserta pertandingan. Ia mengatakan jika Rusia telah mempersiapkan berbagai hal mulai dari infrastruktur, stadion, fasilitas umum dan lain sebagainya. Sang presiden memastikan jika para tamu seperti atlit dan pasa penonton bisa merasa nyaman seperti di negara sendiri. Presiden Putin juga amat berbangga karena dapat membuktikkan pada dunia apabila negaranya mampu menjadi tuan rumah dalam turnamen mengalahkan enam kandidat lain seperti Inggris, Spanyol, Belanda dan sebagainya. Sementara sebagian besar masyarakat masih menganggap remeh karena Rusia mempunyai banyak masalah dan menghadapi krisis. Salah satu alasan diremehkannya negara tersebut karena sang pemimpin sendiri merupakan “diktator” dunia. seperti yang diungkapkan oleh Ian Austin, salah satu anggota Partai Buruh, bagian parlemen Inggirs mengungkapkan jika Putin hanya berusaha mencari cara untuk memperkuat popularitas saja. Austin bahkan menyamakan tindakan tersebut mirip dengan Hitler saat memanfaatkan Olimpiade 1936 untuk promosi parti Nazinya.

Selain itu, tokoh lain yang memberikan tanggapan atas Putin yaitu Boris Jonhson, menteri Luar Negeri Inggris. Dirinya menambahkan opini Austin jika presiden Rusia sedang berupaya membuat negara tersebut besar, kuat, dan punya kendali terhadap dunia setelah runtuhnya Uni Soviet. Meskipun terkesan sepert rasa iri terhadap kemenangan Rusia sebagai tuan rumah tapi ada beberapa hal yang sejalan dengan argumen tersebut. Mengingat negara Beruang Putih rela mengeluarkan budget sampai belasan milyar dollar Amerika demi menggelar turnamen Piala Dunia 2018 agar lebih meriah dibandingkan sebelumnya. Padahal negara tersebut sedang mengalami krisis dan anggaran dana diambil dari aset pemerintahan serta sebagian besar uang publik. Bukannya tak mungkin apabila Putin berencana memimpin dunia melalui ajang bergengsi tersebut walaupun harus membayarnya dengan harga mahal sekalipun.

Alasan yang Membuat Rusia Tak Pantai Jadi Tuan Rumah

Vladimir Putin memang menjadi alasan kuat mengapa negara lain meragukan jika Rusia pantas jadi tuan rumah. Meskipun pada kenyataannya hal tersebut sudah terjadi dan berjalan lancar sampai sekarang ini tetapi masih banyak sekali pro kontra mewarnainya. Adapun beberapa alasan mengapa negara tersebut dinilai tidak cocok sama sekali menyandang posisi sebagai tuan rumah turnamen sekelas Piala Dunia yaitu:

  1. Negara Rusia selama dibawah kepemimpinan Vladimir Putin banyak mengalami masalah dan kejadian kontroversial. Yang paling utama yaitu mengenai hal kemanusiaan sehingga membuat banyak pihak sekaligus negara bereaksi keras. Human Right Watch bahkan menganggap apabila selama periode Putin merupakan era paling buruk sejak Uni Soviet masih ada. Beberapa contoh kasus mengenai hal tersebut seperti aneksasi antara Ukraina dan Crimea yang masih bersitegang bahkan sampai detik ini. Selain itu ada pula insiden tuduhan mengenai penyebab kecelakaan Malaysia Airlines MH17 di Grabovo. Rusia juga terlibat skandal aturan doping di turnamen Olimpiade Musim Dingin 2014 dilam serta praktek suap di bidding Piala Dunia 2018 bersama Qatar. Meskipun sudah berlalu dan diperjelas tetapi citra Rusia tetap saja buruk di mata dunia bahkan mungkin akan terus teringat sepanjang masa.
  2. Munculnya kontroversi yang dilakukan Rusia dipimpin oleh Putin, diantaranya seperti isu rasial, skandal kasus suap atau pembelian suara, propoganda untuk mengecam LGBT, invasi milter di Ukraina, dan adanya keterlibatan negara di konflik Suriah.
  3. Anggapan kalau Piala Dunia 2018 menjadi salah satu strategi jitu bagi Putin untuk membuat Rusia menjadi negara unggul di dunia. Ia ingin membangkitkan lagi era Soviet yang sudah lama hancur. Sebagian besar negara dan pihak tertentu merasa khawatir jika sampai hal tersebut terjadi maka sifat kediktatoran Putin semakin menjadi-jadi dan sulit dihadapi.
  4. Terjadinya berbagai macam masalah di bidang sosial yang terjadi di dalam kehidupan masyarakatnya. Salah satunya seperti rasialiasme saat upacara serah terima jabatan sebagai tuan rumah Piala Dunia oleh Brazil kepada Rusia pada bulan Juli 2014. Disamping itu juga sempat terjadi hal sama, tepatnya pada Oktober 2013 dimana salah seorang pemain gelandang Manchester City bernama Yaya Toure mengalami tindakan rasialisme di CSKA Moscow. Hal ini ditanggapi keras oleh Toure dengan mengatakan jika timnya tak akan datang ke Piala Dunia 2018 apabila insiden rasisme tersebut masih ada dan membuat mereka merasa tidak aman.
  5. Negara ini belum pernah memenangkan pertandingan skala internasional sama sekali. Bahkan beberapa waktu sempat mengikuti Piala Dunia tetapi langsung kalah di babak awal. Dengan begitu banyak sekali pihak berpendapat bahwa pemerintahan mereka tak layak menjadi tuan rumah karena kualitan tim nasional sepak bolanya saja begitu lemah.
  6. Rusia tercatat telah melakukan banyak sekali pelanggaran dalam permainan sepak bola sepanjang tahun 2017 sampai 2018. Bahkan hasil laporan penelitian tersebut diberi judul, Discriminatory Iincidents in Russian Football 2017-2018. Alasannya karena negara mereka terlalu banyak memberikan ancaman dan ejekan menyangkut ras suatu negara tertentu. Bahkan selama permainan berlangsung, seringkali ditemukan slogan dari Partai NAZI hampir di semua stadion. Meskipun hanya tulisan tetapi sangat mengganggu negara lain yang menjadi pesertanya, termasuk kawasan Eropa. Ditambah lagi sejarah mengenai Hitler dan NAZI kental sekali dengan isu rasialisme sehingga dianggap bisa menimbulkan kebencian dimana-mana.
  7. Adanya anggapan kalau pemerintahan Rusia merupakan Neo-NAZI sehingga mengancam para peserta Piala Dunia 2018 ketika bertanding satu lapangan. Seperti yang banyak orang ketahui apabila partai bentukan Hitler tersebut memang terlampau rasis sampai tak memedulikan sisi kemanusiaan dan kriminalisme karena menganggap rasnya paling tinggi dibandingkan lainnya.

Begitu banyak pihak yang kontra terhadap posisi tuan rumah Rusia dalam Piala Dunia 2018. Meskipun begitu negara Presiden Putin ini sendiri terus melakukan perjuangan demi mencari sebuah pengakuan jika Rusia memang pantas menduduki jabatan tersebut. Mau bagaimanapun lagi, tidak bisa dipungkiri kalau ajang World Cup menjadi salah satu sarana dan dianggap sebagai peluang emas bagi tiap negara untuk meraih popularitas bahkan mencapai tujuan tertentu.


Artikel Terkait Berita Bola