Chat with us, powered by LiveChat
selamat datang di kingkongBOLA.com, DAPATKAN PROMO MENARIK Cashback sd 10%

Bintang Sepak Bola Ini Dicoret Oleh Negaranya Saat Main di Piala Dunia

Bintang Sepak Bola Ini Dicoret Oleh Negaranya Saat Main di Piala Dunia

Bisa mengikuti pertandingan Piala Dunia merupakan impian besar setiap pemain sepak bola dari tiap negara. Mereka bahkan akan melakukan berbagai macam usaha serta pengorbanan tidak sedikit, seperti latihan keras, menjaga kesehatan, diet sehat, serta lain sebagainya. Bahkan hampir semua para pemain rela mati-matian mengejar prestasi demi mendapatkan kesempatan tersebut.

Piala Dunia bukan hanya soal turnamen mewah nan glamor saja dimana penuh dengan iming-iming popularitas. Akan tetapi menjadi suatu batu loncatan tinggi bagi karier sepak bola mereka. Memang hadiah kemenangan turnamen tersebut sangatlah besar, sekitar ratusan juta dollar bahkan lebih. Misalnya saja pada Piala Dunia tahun 2018 ini dimana jumlah hadiah kemenangan mengalami kenaikan 12 persen dibandingkan sebelumnya. Kemudian juga mendapatkan trofi kebanggaan World Cup FIFA yang berlapiskan emas 18 karat.

Dicoretnya Beberapa Pemain Karena Piala Dunia

Demi mendapatkan hasil pertandingan maksimal, tidak sedikit timnas dari negara tertentu yang melakukan usaha keras. Mulai dari membayar pelatih profesional sampai dengan pemain kelas kakap dimana harganya sudah pasti sangat mahal. Pada awal terbentuknya turnamen Piala Dunia memang tiap negara anggita FIFA mengirimkan timnas untuk berlaga dan bertanding satu sama lain. Tujuannya tak hanya memeriahkan olahraga sepak bola saja melainkan menciptakan perdamaian serta menjalin persahabatan antara satu negara dengan lainnya. Sementara itu menumbuhkan rasa cinta dari para pemain terhadap negaranya masing-masing. Karena itulah dulu anggota timnas harus berasal dari tempat yang sama atau merupakan warga di sana. Akan tetapi seiring berkembangnya zaman, Piala Dunia menjadi suatu bisnis besar dimana tiap pihak mencari keuntungannya tersendiri. Dengan begitu mereka akan melakukan berbagai cara agar menjadi sang juara dunia, salah satunya menyewa, meminjam atau membeli para pemain baru meskipun dari tim, klub, bahkan negara berbeda. Tragisnya lagi adalah beberapa diantaranya rela memecat dan mencoret pesepakbola berprestasi asal negeri sendiri demi mendapatkan yang dianggap jauh lebih berpotensi.

Pemain Sepak Bola yang Dicoret Negara Sendiri

Di bawah ini ada beberapa nama bintang sepak bola terbaik dan terkuat yang telah dicoret oleh negaranya sendiri.

  1. Carlos Alberto

Carlos Alberto menjadi pemain bek kanan dalam tim Brazil dalam Piala Dunia 1966. Ia merupakan salah satu pemain yang dipilih oleh Vicente Feola namun sayangnya gagal dalam tahapan seleksi akhir. Mungkin karena alasan kegagalan itulah mengapa Brazil bermain buruk dalam turnamen Piala Dunia pada waktu itu sehingga Alberto tersingkir dalam babak penyisihan. Namun seiring waktu ia dapat melakukan intropeksi dan menunjukkan perkembangan sehingga ditarik kembali bermain di tim nasional.

  1. Tony Adams

Nama Tony Adams keluar sebagai pemain pertama yang membela tim Inggirs di Piala Dunia 1966. Adams memulai debut perdana saat melawan timnas Spanyol di tahun 1987. Kemudian setahun setelahnya, ia pergi dan bermain di Euro ’88 dimana berhasil memberikan goal ketika menghadapi Uni Soviet. Meskipun dianggap sebagai salah satu pemain terbaik dan berperan penting bagi Inggris, Adams dikeluarkan dari timnas untuk bermain di Piala Dunia di Italia periode berikutnya yaitu pada tahun 1990.

  1. Gunnar Nordahl

Berikutnya adalah pemain asal Swedia yaitu Gunnar Nordahl yang mengalami nasib sama. Pada saat itu dirinya menjadi bintang lapangan hijau yang mengharumkan nama Swedia, khususnya dalam Olimpiade 1948. Nordahl telah berhasil menciptakan goal terbanyak dalam pertandingan tersebut yaitu 43 buah dalam 33 turnamen. Oleh karena itulah mengapa Swedia mampu menempani urutan ketiga di Piala Dunia 1950 meski para pemainnya hanya ditaruh dalam klub domestik saja. Terdapat tiga pemain handal yang tidak diizinkan bermain diantaranya Gunnar Nordahl, gunnar Gren dan juga Niels Lindholm. Kemudian mereka akhirnya bergabung dengan tim Milan di tahun 1949 sehingga tidak berhasil berlaga dalam pertandingan Ppiala Dunia 1950.

  1. Liam Brady

Kali ini pemain dari timnas Irlandia yaitu Liam Brady yang potensinya diabaikan bahkan dibuang begitu saja. Masyarakat dunia telah mengetahui apabila pemain sepak bola dari Irlandia terutama didikan Jack Charlton mempunyai strategi permainan berbeda. Tim tersebut lebih mengandalkan kekuatan fisik yang kemudian kurang bisa dikuasai oleh para pemain berprestasi seperti Liam Brady. Karena dianggap tidak cocok melengkapi tim Irlandia maka Brady didepak begitu saja dan harus pensiun dini selama turnamen Piala Dunia. Hal tersebut memang begitu disayangkan oleh para penggemarnya karena Brady dianggap sebagai salah satu pesepakbola paling berpengaruh dan potensial. Sementara itu Jack Charlton malah membawa tiga orang pemain pemula untuk berlaga di Italia. Pada akhirnya Irlandia sempat nyaris berhasil mencapai final namun akhirnya dikalahkan oleh timnas Italia selaku tuan rumah.

  1. Roberto Baggio

Pemain legendaris dan hebat selanjutnya adalah Roberto Baggio dari timnas Italia. Ia telah beberapa kali mencetak prestasi besar seperti tiga turnamen dan nyaris menjadi juara dalam Piala Dunia. Ketika melakukan penalti di babak final Piala Dunia 1994, Baggio mengalami kegagalan yang pada akhirnya membuatnya kalah. Setelah itu dirinya menolak tawaran dari negara lain namun tetap memutuskan setia dan bermain untuk Seri A. Ia masih berharap bisa masuk dalam timnas untuk turnamen Piala Dunia periode berikutnya. Pemain yang satu ini telah mencetak delapan goal, sembilan pertandingan di musin 2001-2002 tepatnya di Brescia. Namun sayangnya di tengah jalannya permainan, Baggio mengalami cidera sehingga terpaksa harus berhenti terlebih dahulu. Karena tidak ingin klubnya kalah dan merasa kecewa, ia kembali melanjutkan pertandingan yang belum selesai. Akan tetapi segala jerih payah serta pengorbanan tersebut nampaknya belum cukup bagi sang pelatih, Giovanni Trapattoni untuk membuatnya masuk di timnas Piala Dunia.

  1. Romario

Romario merupakan legenda dari lapangan hijau yang namanya begitu populer. Ia begitu berambisi agar bisa bermain di Piala Dunia 2002 di Korea Selatan dan Jepang. Romario sendiri menjadi pemain terbaik dan dianggap sebagai mesin pencetak goal bagi Brazil. Akan tetapi pendapat berbeda datang dari sang menajer beserta sebagian besar anggota timnya. Mereka menganggap jika Romario adalah penyebab dari kehancuran tim dan memberikan pengaruh buruk. Selain itu juga disangkutpautkan dengan hubungan buruknya dengan Luiz Felipe Scolari setelah Copa America 2001 dimana ia memilih keluar dan bergabung dengan Vasco da Gama. Kemudian pada usia 36 tahun, Romario masih mengalami berbagai masalah seperti  dihukum harus absen bermain dalam Piala Dunia. Kemudian Brazil menemukan bintang dan idola baru yaitu Cristiano Ronaldo yang ternyata memiliki bakat luar biasa bahkan telah memberikan trofi kemenangan.

Jika dirasakan memang nampaknya kurang adil bagi para pemain tersebut. Mereka tidak mendapatkan kesempatan sama sekali dan malah beberapa diantarannya mendapatkan hukuman absen dalam Piala Dunia karena alasan kurang jelas. Akan tetapi tiap negara mempunyai kebijakan mutlak masing-masing sehingga biarpun para pemain sepak bola dianggap potensial dan berprestasi, tetap tidak bisa mengubah keputusan sama sekali.


Artikel Terkait Berita Bola

WhatsApp chat