Chat with us, powered by LiveChat
selamat datang di kingkongBOLA.com, DAPATKAN PROMO MENARIK Cashback sd 10%

Dibalik Sangarnya Jerman, Inilah Empat Kisah Paling Menarik Sepanjang Piala Dunia

Dibalik Sangarnya Jerman, Inilah Empat Kisah Paling Menarik Sepanjang Piala Dunia

Tim nasional Jerman adalah salah satu momok menakutkan bagi para lawannya saat berlaga satu lapangan di turnamen Piala Dunia. Nyaris saja di setiap pertandingan, entah itu standar internasional atau liga Eropa saja, Jerman selalu masuk dalam deretan calon juara. Bahkan karena itulah mengapa die mannschaft selalu dijuluki sebagai tim spesialis turnamen karena mempunyai peluang besar untuk merebut kemenangan sepak bola. Rasanya sungguh tak mungkin jika Jerman akan kalah dari timnas lainnya. Tidak heran jika seluruh masyarakat dunia, terutama para supporternya begitu terheran-heran karena negara tersebut kalah telak ketika melawan Korea Selatan di Piala Dunia Rusia 2018 kemarin. Banyak pihak terkejut bahkan beberapa warga sempat merasa tidak terima akan tetapi itulah kenyataan pahit sebenarnya.

Sebelumnya Jerman telah mempunyai deretan catatan prestasi dari pertandingan sebelumnya, salah satunya delapan kali berada di babak final Piala Dunia. Adapun empat diantaranya berhasil menyabet gelar sebagai juara dunia. Selain itu jug tim mereka selama tiga kali berurutan menjuarai liga Eropa dan dua kali sebagai runner-up atau juara kedua. Hal tersebut lebih dari cukup untuk membuktikkan kalau Jerman memang layak menyandang popularitas serta sebutan sebagai tim paling berpengaruh dalam sepak bola. Di balik semua keberhasilan tersebut, tentu ada banyak sekali kisah menarik mulai dari yang sifatnya menyenangkan, menyedihkan, tragis, penuh perjuangan dan kontroversial. Berikut ini adalah sepenggal dari kisah paling unik dan berbeda dari timnas Jerman selama perjalanan menjadi peserta ajang Piala Dunia.

1. Support dari sang pelatih dan tindakan aneh Christoph Kramer

Percaya atau tidak ternyata sebuah kalimat memang punya kekuatan tersendiri, terlebih lagi jika diucapkan dengan penuh kesungguhan serta harapan. Ini juga terjadi pada timnas Jerman ketika menghadapi pertandingan Piala Dunia 2014 silam dimana melawan musuh bebuyutan Italia. Sang pelatih yaitu Joachim Low mempunyai kebiasaan atau tradisi wajib yang dilakukan terhadap semua pemainnya sebelum permainan dimulai datau kapan saja selagi bisa. Pada saat itu, pelatih Low membisikkan kalimat support atau motiviasi kepada salah seorang pemain andalan, Mario Götze. Kalimat tersebut memintanya untuk terus semangat agar Götze mampu menunjukkan pada dunia jika dirinya jauh lebih hebat dibandingkan dengan Messi. Beberapa saat sesudahnya, Götze berhasil menciptakan tendangan maut ke gawang lawan dan memberikan skor tambahan kepada Jerman, terpatnya pada menit ke-113. Sementara itu terjadi pula kejadian tak kalah menarik dimana Christoph Kramer saling berbenturan keras dengan Ezequiel Garay. Sayangnya insiden menariknya bukan karena cidera ataupun luka melainkan tingkah linglung dari Kramer yang tiba-tiba mendatangi wasit dan bertanya, “apa ini benar di babak final?”. Sontak saja semua pemain dan wasit kebingungan sekaligus ingin menertawai sikap aneh tersebut. Akan tetapi 14 menit kemudian, pelatih malah mengeluarkannya dari lapangan untuk berhenti bermain.

2. Pertandingan paling kasar melawan Argentina

Pada saat turnamen Piala Dunia 1990, Jerman tengah dihadapkan dengan salah satu timnas paling fenomenal yaitu Argentina. Keduanya melaju ke babak final tetapi disitu tim dari Argentina bermain terlalu kasar bahkan menjurus ke tindakan pelanggaran brutal. Sepanjang permainan berlangsung, para pemain Jerman memang berhasil mendominasi dan menguasai lapangan tetapi belum juga mendapatkan kesempatan mencetak satupun goal. Tepatnya pada menit ke-85, Rudi Völler malah mendapatkan serangan dan dijatuhkan oleh salah satu pemain Argentina di kotak penalti. Sementara itu wasit langsung datang dan memberikan pelanggaran sekaligus hadiah tendangan penalti pada Jerman. Tidak terima, tim Argentina lalu memprotes tindakan wasit tetapi tak mengubah keadaan sama sekali. Meskipun keadaan makin panas tetapi Andreas Brehme tetap berusaha mencetak goal dan melakukan eksekusi ke gawang lawan.

3. Misteri mengenai pool party, diving dari Hölzenbein, dan mind trick Beckenbauer

Nampaknya bagi Jerman, Piala Dunia 1974 menjadi momen paling tidak terlupakan karena sempat terjadi berbagai macam kejadian mengejutkan. Kabarnya ada empat pemain Belanda dan dua orang wanita asal Jerman sedang terlibat pool party di Hotel Wald. Kejadian tersebut katanya dilakukan selang beberapa hari sebelum pertandingan Brazil dimulai. Yang membuat publik geram sekaligus kecewa yaitu karena pesta tersebut mengusung tema tak lazim yaitu naked party atau dalam keadaan telanjang bulat di kolam renang. Hal tersebut kemudian memicu masalah di timnas Belanda menjelang pertandingan final. Tak berhenti sampai disitu saja melainkan beberapa dampak buruk terjadi pula di luar lapangan, tepatnya saat Beckenbauber melakukan mind trick.

Wasit Piala Dunia, Jack Taylor berhasil dipengaruhi dan akhirnya memberikan hadiah penalti kepada Belanda setelah Uli Hoeness melakukan pelanggaran terhadap Cruyff. Mengetahui hal tersebut, Beckenbauer tak tinggal diam dan menyindir jika wasit terlalu membela Belanda dan berlaku kurang fair. Setelah itu, beberapa menit kemudian giliran tim Jerman melakukan pembalasan dendam dimana wasit memberikan penalti kepada mereka atas pelanggaran dari Wim Jansen atas Hölzenbein . Padahal sempat ada kabar apabila Hölzenbein tengah melakukan diving di tengah lapangan agar terlihat menderita dan mendapatkan keuntungan tersebut.

4. Keajaiban hujan di musim panas bagi Jerman

Satu lagi kejadian paling kontroversial yang dilakukan Jerman selama Piala Dunia yaitu dugaan penggunaan doping. Pada saat babak final di Piala Dunia 1945, Jerman berhasil mengalahkan tim paling populer dan kuat, Hungaria. Sejarah kemenangan dan prestasinya tak bisa dikalahkan oleh timnas negara manapun, bahkan selama 36 kali tidak pernah ada yang berhasil mengalahkannya. Jerman Barat bertemu dengan Hungaria dan langsung membuat penonton terpana karena perolehan skor 8-3. Awalnya memang Hungaria berhasil membabat habis jumlah goal terhadap Jerman tetapi kemudian keadaan berubah drastis dimana Jerman Barat unggul atas sang legenda pada tanggal 4 Juli 1954.

Tak hanya kemenangan Jerman yang menjadi hal menarik tetapi juga hal di sekitar lapangan. Pada waktu itu sedang musim panas tetapi malah turun hujan yang kemudian dianggap sebagai keajaiban dan berkat Tuhan kepada timnas Jerman Barat. Bahkan ada mitos menyebutkan jika Fritz Walter, salah satu pemain andalan mereka akan berlaga sangat bagus ketika hujan turun dan hal tersebut memang terbukti benar.

5. Adanya dugaan penggunaan doping saat bertanding

Masih mengenai Piala Dunia tahun 1954 dimana Jerman menang atas Hungaria yang belum dapat diterima oleh masyarakat, khususnya para pendukungnya. Pasalnya, Hungaria belum pernah sama sekali dikalahkan oleh lawan sepanjang sejarah Piala Dunia tetapi fakta membuktikan lain. Terlebih lagi, Jerman dikenal sebagai tim paling kotor dimana melakukan berbagai trik untuk menang, entah berlaku curang, menggunakan diving, dan sebagainya. Bahkan saking tidak percaya, beberapa pihak sempat mengklaim apabila pemain Jerman menggunakan doping selama pertandingan berlangsung untuk meningkatkan stamina dan kekuatan. Isu tersebut semakin kuat ketika ada dua pemain yang jatuh sakit selama dua bulan setelah final. Kemungkinan besar mereka memang terkena over dosis penggunaan doping terlalu berlebihan saat berlaga mewalan Hungaria. Akan tetapi berita negatif hanya ditanggapi santai oleh tim beserta wasitnya karena walau bagaimanapun tim mereka tetap berada di puncak kemenangan karena berhasil mengalahkan sang legenda.


Artikel Terkait Berita Bola

WhatsApp chat