Chat with us, powered by LiveChat
selamat datang di kingkongBOLA.com, DAPATKAN PROMO MENARIK Cashback sd 10%

Diperlakukan Rasis oleh Fans Jerman, Ozil mengundurkan diri dari timnas

Mesut Ozil secara mengejutkan mengumumkan bahwa ia menyatakan mundur dari timnas Jerman. Padahal Ozil selalu bermain apik di timnas jerman, mendapatkan penghargaan 5x sebagai pemain terbaik jerman. Usianya juga masih 29 tahun, melihat bahwa ozil dan rekannya berhasil membawa Jerman juara dunia 2014 lalu. Namun ia kini pensiun dini dari timnas jerman. Ini ia putuskan setelah diperlakukan secara tak hormat dan diperlakukan secara rasis khususnya oleh Presiden Federasi sepakbola Jerman *(DFB).

Gelandang arsenal ini belakangan sering menuai kontraversi dan kritikan bagi fens jerman. Kritikan, dan bahkan cercaan, dilontarkan kepadanya setelah ia foto bareng Racip Erdogan, Presiden Turki . Kritikan dan cercaan itu tak cuma datang dari fans tapi juga dari media koran dan sebagainya. Dan parahnya, Presiden Federasi sepakbola jerman juga ikut mengkritik Ozil, dan memberlakukannya secara rasis. kejadian ini terjadi saat bulan Mei, saat ajang piala dunia akan dimulai.

Akibat kritikan dan kontroversial ini disinyalir membuat ozil dan keluarga menjadi tidak tenang dan berakibat dampat permainan ozil yang buruk di piala dunia. Setelah akhirnya jerman gagal lolos fase grup, kritikan kepada ozil semakin menjadi mengalir deras.

pemain muslim ini bungkam usai berfoto bareng Erdogan yang juga muslim. Namun pada akhirnya ia buka suara, meski melalui akun media sosialnya. Ia mengirim sebuah surat terbuka via Twitter. Ia memecah surat itu menjadi tiga bagian, dan di bagian terakhir inilah ia menyatakan pensiun dari skuat Jerman.

“Perlakuan yang saya terima dari DFB dan banyak pihak lainnya membuat saya tak ingin lagi memakai jersey timnas Jerman. Saya merasa tidak diinginkan dan berpikir bahwa apa yang telah saya raih sejak debut internasional saya pada tahun 2009 telah dilupakan. Orang-orang dengan latar belakang diskriminatif secara rasial harusnya tak diperbolehkan untuk bekerja di federasi sepakbola terbesar di dunia yang memiliki banyak pemain dari keluarga yang memiliki dua etnik dan kultur yang berbeda.”

“Dengan berat hati dan penuh pertimbangan setelah banyak kejadian baru-baru ini, saya tak akan lagi bermain bagi Jerman di level internasional selagi saya masih merasa adanya perlakukan rasis dan tak dihormati. Saya dulu terbiasa mengenakan jersey Jerman dengan rasa bangga dan perasaan bersemangat, tapi sekarang tidak lagi.”

“Keputusan ini sangat sulit dibuat karena saya selalu memberikan segalanya pada rekan-rekan saya, staf pelatih dan orang-orang baik di Jerman. Tapi ketika pejabat-pejabat tinggi di DFB memperlakukan saya seperti yang telah mereka lakukan, menghina darah Turki saya dan secara egois membuat saja menjadi propaganda politik, maka cukup sudah. Ini bukan penyebab mengapa saya main sepakbola dan saya tak akan diam saja dan tak melakukan apapun soal itu. Rasisme harusnya sama sekali tak pernah boleh diterima.”


Artikel Terkait Berita Bola

WhatsApp chat