Chat with us, powered by LiveChat
selamat datang di kingkongBOLA.com, DAPATKAN PROMO MENARIK Cashback sd 10%

FIFA Berikan Dukungan Penuh Pada Indonesia Agar Jadi Tuan Rumah Piala Dunia

Tuan rumah dalam laga Piala Dunia selalu saja menjadi perbincangan menarik di kalangan masyarakat dunia. Terdapat berbagai macam fakta, pro dan juga kontra di dalamnya sehingga membuat banyak orang ingin selalu membahasnya. Sekarang ini Piala Dunia 2018 memilih Rusia sebagai tuan rumah dimana sebenarnya telah resmi ditentukan sembilan tahun lalu, tepatnya pada tanggal 2 Desember 2010 oleh pihak FIFA. Sebelumnya, sempat terjadi berbagai macam masalah karena Rusia dituding melakukan pekerjaan kotor demi mendapatkan posisi paling populer tersebut. Caranya dengan memberikan uang suap kepada beberapa Komite Unggulan Dewan FIFA yang langsung mengurusi pertandingan Piala Dunia. Ini juga terjadi dengan negara Qatar dimana proses pemilihan diselenggarakan pada waktu yang sama tetapi sebagai tuan rumah Piala Dunia tahun 2022 mendatang. Keduanya dianggap saling bersekongkol terkait dugaan kasus suap tersebut sehingga membuat FIFA akhirnya angkat bicara dan membuat suatu investigasi panjang. Setelah itu telah keluar hasil laporan yang membebaskan FIFA dari segala tuduhan sehingga pertandingan akan tetap diselenggarakan di Rusia. Meskipun begitu Qatar masih belum terbebas begitu saja karena tahun 2022 masih lama sehingga kemungkinkan besar akan diadakan penyelidikan kembali.

Indonesia Makin Berpeluang Jadi Tuan Rumah

Tahukan Anda jika negara kita Indonesia berniat mendaftarkan diri menjadi tuan rumah di Piala Dunia? Masih belum pasti mengenai periode yang ditetapkan, entah 2026 atau 2034 mendatang sehingga Indonesia punya banyak waktu untuk berbenah. Mengingat negara ini masih sangat membutuhkan pembangunan serta pembenahan pemerintahannya. Jika benar hal tersebut terjadi maka tentu akan memakan dana tak sedikit bahkan sampai menghabiskan seluruh aset rakyat. Tidaklah mungkin jika negara harus menggerogoti uang penduduk hanya demi mendapatkan gengsi semata di mata dunia. Oleh sebab itulah mengapa keputusan tersebut masih menjadi petimbangan besar bagi beberapa pihak, salah satunya Menpora.

Piala Dunia sebenarnya akkan menjadi sarana atau alat pengantar Indonesia menuju ke kehidupan baru, lebih dipandang dunia dan meningkatkan mutu tiap sektor seperti bidang olahraga, ekonomi, pariwisata, dan lain sebagainya. Kerjasama dengan berbagai macam negara kuat juga menjadi lebih mudah karena telah menyandang nama besar menjadi tuan rumah Piala Dunia. Hal ini diungkapkan oleh Menpora dimana negara kita mempunyai peluang besar maju sebagai kandidat untuk Piala Dunia 2022 kalau saja Qatar mengundurkan diri atau dibatalkan oleh FIFA. Akan tetapi waktunya terlalu singkat sehingga tidak memungkinkan bagi pemerintah mempersiapkan segala sesuatunya. Kemudian muncul rencana baru jika Indonesia bakal maju ke pemilihan tuan rumah tahun 2034 sehingga masih ada setidaknya 16 tahun melakukan pembangunan terlebih dahulu. Pasalnya, FIFA menerapkan syarat dan kebijakan terlalu rumit untuk memenuhi standar Piala Dunia sebagai ajang internasional bergengsi, salah satunya mengharuskan tiap tuan rumah menyediakan 20 stadion berstandar internasional. Hal ini tentu saja merupakan syarat sulit karena masih belum mempunyai anggaran cukup untuk membangun stadion sepak bola baru ataupun merenovasi yang lama.

Paling tidak Indonesia tidak dapat menjadi tuan rumah tunggal dan menanggung beban biaya sendirian. Seperti negara lainnya, pemerintah akan mengajak negara sahabat bergabung dan menyelenggarakan Piala Dunia 2034 bersama. Seperti Thailand yang sudah mengajukan diri membantu sebagai partner Indonesia untuk menghelat turnamen besar tersebut pada beberapa periode berikutnya. Adanya keputusan tersebut disambut baik oleh kedua belah pihak sekaligus mendapatkan banyak sekali dukungan, seperti dari AFF dan juga Asosiasi Sepak Bola Internasional atau FIFA.

Indonesia Dapat Dukungan FIFA

Salah satu wakil anggota FIFA mengatakan setuju jika Indonesia dan Thailand saling bekerjasama mencalonkan diri sebagai tuan rumah. Bukan tidak mungkin jika pertandingan Piala Dunia 2034 diselenggarakan di kawasan Asia Tenggara agar mendapatkan atmosfir baru bagi para pesertanya. Tengku Abdullah yang juga merupakan Anggota Dewan FIFA dari Malaysia begitu mendukung rencana tersebut. Ia menambahkan jika tiga sampai empat negara ASEAN bisa mendaftarkan diri sebagai tuan rumah gabungan seperti yang dilakukan Amerika bersama partner negara lainnya.

Kabar ini juga disambut sangat baik oleh pemerintahan Indonesia dan menganggapnya sebagai pertanda besar. Kemungkinan rencana tersebut akan terwujud dan berjalan lancar karena kedua negara akan menjadi perwakilan ASEAN. Sementara itu Malaysia dan Singapura selaku saingan berat Indonesia dikabarkan tidak akan ikut mencalonkan diri karena suatu alasan tertentu. Misalnya saja seperti Singapura dimana sebagian penduduknya kurang antusian bahkan tidak tertarik terhadap pertandingan sepak bola. Akan sangat merugikan jika mengadakan pertandingan tingkat dunia sampai menghabiskan milyaran dollar uang apabila tidak ada dukungan serta antusiasme dari warga. Berbeda sekali dengan Indonesia serta Thailand yang didominasi supporter serta penggemar olahraga sepak bola. Bahkan keduanya mempunyai tim nasional andalan dengan para pemain profesional dan tertatih.

Teungku Abdullah juga mengungkapkan soal perizinan menjadi negara tuan rumah. Masing-masing negara tidak akan merasa kesulitan ketika mencari izin kepada pihak FIFA. Melihat pada tahun 2007 silam, beberapa negara kawasan ASEAN juga sempat menjadi tuan rumah Piala Asia dengan lancar tanpa hambatan sama sekali. Meski kesempatan makin besar tetapi Indonesia harus waspada terhadap pesaing lain seperti Cina. Negara tersebut kabarnya juga punya ambisi yang sama yaitu mendaftarkan diri menjadi kandidat tuan rumah pada Piala Dunia 2034. Apabila sampai terjadi maka akan menjadi ancaman besar karena Cina merupakan negara dengan penduduk paling padat di dunia yang juga menggemar olahraga sepak bola.

Boleh saja Indonesia tetap pada ambisinya menjadi tuan tuan rumah Piala Dunia 2034 bersama dengan Thailand. Jika ditanggung oleh dua negara maka bebannya semakin ringan karena anggaran akan mengecil bila dibandingkan menjadi tuan rumah tunggal. Contohnya saja seperti Rusia dimana menghabiskan sekitar 11,8 miliar dollar Amerika untuk membangun pemerintahan serta negaranya. Presiden Vladimir Putin sendiri mengatakan, dirinya rela menghabiskan aset agar bisa menghadirkan suasana meriah sepanjang turnamen Piala Dunia. Mulai dari melaksanakan pembangunan stadion baru, fasilitas umum, hotel serta penginapan, lapangan berlatih bagi peserta dan sebagainya. Kemudian ada pula pajak tuan rumah yang diberikan untuk pihak FIFA.

Sebelum menetapkan keputusan, akan lebih baik jika pemerintah Indonesia mengkaji ulang berbagai macam perkara. Jangan sampai ambisi mendapatkan popularitas sebagai tuan rumah malah menjadi boomerang bagi negara sendiri. Ada banyak hal yang harus dipersiapkan, mulai dari uang modal, pembangunan insfrastruktur, sarana transportasi, gedung stadion, fasilitas publik, pelatihan timnas, menyewa pelatih bersertifikat, dan masih banyak lagi lainnya. Tidak bisa dipungkiri kalau tim nasional kita belum siap berlaga di Piala Dunia, terlebih lagi bersanding dengan negara kuat seperti Jerman, Inggris, Belgia, Argentina, Spanyol, Brazil dan sebagainya. Tentunya pihak FIFA juga enggan menyetujui negara yang belum pernah mendapatkan pengalaman serta prestasi cukup di laga internasional untuk menjadi tuan rumah.


Artikel Terkait Berita Bola

WhatsApp chat