Chat with us, powered by LiveChat
selamat datang di kingkongBOLA.com, DAPATKAN PROMO MENARIK Cashback sd 10%

Inilah Fakta dan Rahasia Kemenangan Belgia Terhadap Brazil di Piala Dunia 2018

Inilah Fakta dan Rahasia Kemenangan Belgia Terhadap Brazil di Piala Dunia 2018

Sejarah kembali mencetak catatan baru dalam ajang Piala Dunia 2018 yang digelar sejak 14 Juni dan akan berakhir pada babak final, 15 Juli. Banyak hal-hal menarik turut mewarnai rentetan peristiwa selama pertandingan berlangsung, salah satunya mengenai kemenangan Belgia terhadap Brazil. Seluruh masyarakat dan para penggemar sepak bola begitu terkejut karena timnas legendaris yang menjadi unggulan tiap negara akhirnya harus menerima kekalahan pahit. Padahal sebelumnya Brazil telah bersusah payah mengalahkan Meksiko agar dapat melaju ke perempat final meskipun dengan cara sedikit kotor. Mengapa bisa begitu?

Pertandingan antara Brazil dan Meksiko berlangsung panas, tepatnya saat Neymar Jr selaku penyerang fravorit Brazil malah melakukan aksi memalukan. Ketika Miguel Layun tengah mengejar dan merebut bola, ia tak sengaja menginjak pergelangan kaki sebelah kanan Neymar. Layun sendiri mengakut tidak sengaja melakukan hal tersebut dan hanya terkena sedikit saja. Akan tetapi pemain muda berusia 26 tahun tersebut malah meringkuk, terkapar, bahkan berguling di tengah lapangan selama beberapa menit. Pihak melihatnya sebagai suatu aksi diving belaka seperti yang telah dilakukannya pada pertandingan Piala Dunia 2018 sebelumnya. Neymar memang terkenal sebagai drama king atau raja drama lapangan hijau karena berpura-pura menderita, tertindas dan cidera parah agar peluang kemenangan bisa didapatkan. Taktik kotor tersebut ternyata berhasil dan membuat timnas Brazil unggul dan memenangkan pertandingan sehingga melaju ke babak selanjutnya.

Ketika Brazil maju ke perempat final, tim mereka bakal berhadapan dengan Belgia. Beberapa pihak memprediksi sekaligus khawatir jika hal serupa terjadi lagi dimana Neymar akan ber-diving demi keuntungan sendiri. Sayang sekali tim dari Belgia rupanya dapat membaca situasi lebih awal dan membuat berbagai macam strategi antisipasi jika kejadian tersebut akan diterapkan Brazil di tengah lapangan ketika keduanya saling berhadapan. Belgia mengalahkan mereka dengan prolehan skor akhir yang tipis yaitu 2-1 saja.

Apa Rahasia Kemenangan Timnas Belgia?

Roberto Martinez patut berbangga hati karena hasil didikan dan latihan yang dipimpinnya sepanjang tahun, ternyata membuahkan hasil dimana Belgia menang atas Brazil. Meskipun sebelumnya mereka sempat berkecil hati dan merasa tak sanggung mempunyai peluang kemenangan tetapi akhirnya dugaan tersebut bisa terbantahkan. Martinez kemudian mengungkapkan apa saja alasan dan rahasia kemenangan tim kesayangannya tersebut, adapun beberapa diantaranya sebagai berikut:

  1. Hal paling penting ketika ingin menang suatu ajang turnamen standar internasional seperti Piala Dunia yaitu bermodalkan kepercayaan diri serta keyakinan. Belgia begitu yakin dan semangat jika tim mereka mampu meningkatkan kemampuan melawan para pemain kondang tempaan Brazil. Akhirnya hal tersebut terbukti benar dimana semangat menciptakan motivasi menang dan meningkatkan peforma bermain di lapangan meskipun fisik sudah terasa lelah.
  2. Strategi dari sang pelatih, Roberto Martinez juga menjadi penentu. Pada awalnya skema formasi tersebut dianggap kurang efektif karena tidak memaksimalkan potensi dari para pemain Belgia yang sebagian besar punya bakat besar. Sempat beberapa kali melakukan perubahan, akhirnya Martinez mendapatkan formasi terbaik dan cocok untuk para pemainnya yaitu formasi tiga bek. Ia menempatkan Romelu Lukaki sebagai penyerang sisi kanan, kemudian Eden Hazard pada bagian kiri, Kevin de Bruyne sebagai gelandang tengah sekaligus striker.
  3. Pergantian pemain lama dan pembentukan formasi ulang juga sangat memengaruhi kemenangan atan Belgia. Saat itu memang Radja Nainggolan sebagai pemain berkembampuan komplit diminta absen dalam laga Piala Dunia 2018 dan digantikan oleh Alex Witsel. Hal ini dikarenakan Roberto Martinez menganggap jika tim mereka butuh seseorang pemain yang punya karakter atau spesialisasi tersendiri sehingga bisa menyempurnakan strategi atau formasi yang telah diciptakannya. Itulah Alex Witsel, diminta menjadi gelandang di lini tengah, menjaga pertahanan sekaligus memberikan umpan para partner di lapangan. Taktik itupun sangat berhasil dimana Witsel menutup bagian tengah ketika salah satu penyerang sedang beraksi supaya pertahanan Belgia tidak bolong.
  4. Rahasia kemenangan Belgia selanjutnya terletak pada kekompakan tim dan para pemainnya. Sebelumnya, sang pelatih Martinez lebih senang terhadap permainan individual yang fokus pada potensi masing-masing permainnya saja. Akan tetapi hal tersebut justru menjadi sekalahan fatal karena tak memaksimalkan kemampuan dari pemain lain sehingga mereka akan terlihat asik dengan bolanya sendiri ketika berada di lapangan, bukannya saling mengoper, mengumpan, dan membantu satu sama lain. Belum terlambat bagi Martinez menyadari hal tersebut dan akhirnya mengubah strategi sekaligus formasi tim. Hasilnya adalah mereka bisa bermain dengan lebih kompak, saling menutupi kekurangan dan mendukung kelebihan tiap pemain. Hal ini terbukti dengan adanya sembilan goal yang dicetak oleh permain berbeda sepanjang Piala Dunia 2018 kemarin. Salah satu penyerang paling sempurna adalah Romelu Lukaku, kemampuannya begitu besar tetapi tidak individualis melainkan mau berusaha bermain secara solid dan menggunakan kinerja tim.
  5. Yang terakhir tentu saja berkat keberuntungan bagi timnas Belgia, terlebih lagi terakhir sebelum babak perempat final mereka melawan Brazil. Awalnya merasa canggung karena potensi pemain mereka tetapi akhirnya berhasil menang dan maju ke semi final.

Strategi Roberto Martinez yang Sulit Dimengerti

Jauh sebelum kemenangan dan popularitas timnas Belgia meningkat sepajang Piala Dunia 2018, taktik permainan Roberto Martinez sangat diragukan oleh berbagai macam pihak. Mereka menganggap jika sang pelatih kurang mampu memaksimalkan kemampuan dari para pemain, mengingat Belgia didominasi bintang sepak bola terbaik dan potensial. Formasi tiga bek terlalu egois atau hanya mengutamakan kedisiplinan daripada kreativitas. Padahal untuk melawan timnas dari negara kuat seperti Brazil dan Inggris di final Piala Dunia harus menggunakan teknik khusus dimana bermain secara cerdas serta kreatif.

Kemudian Martinez tidak mengindahkan berbagai macam kontra mengacu pada didikannya pada timnas Belgia. Ia tetap melakukan uji coba di beberapa pertandingan dengan menggunakan formasi tiga bek, seperti saat melawan Meksiko dan harus gagal karena skornya seri. Akan tetapi ketika mencobanya lagi dengan bertanding melawan Mesir, Tunisia dan Panama, Belgia lebih unggul. Ia memang tidak mengganti formasi bermain tetapi mengubah posisi beberapa pemainnya dan memaksimalkan kemampuan grup atau kelompok. Alhasil cara tersebut memang bagus dan membuat Belgia berkali-kali mendapatkan peluang mencetak goal dengan mudah ketimbang sebelumnya.

Jadi intinya yaitu Martinez mengutak atik bagian dalam atau para pemainnya, mencari tiap karakteristik atau spesialisasi anak didiknya tersebut kemudian mencocokan dengan formasi permainan yang sudah dibuat. Dengan begitu kekuatan baru terbentuk melalui strategi tambal sulam alias melengkapi bagian lemah sehingga semuanya bisa bermain secara maksimal. Hal ini dikarenakan Belgia dipenuhi oleh bintang berbakat yang memang mempunyai kemampuan serta potensinya masing-masing. Sayang sekali jika mereka harus mendominasi diri sendiri di lapangan tanpa mau menggunakan bantuan dari pemain lain. Sementara itu, dengan mengubah posisi para pemainnya secara teratur akan memberikan kesempatan bagi mereka merasakan atmosfir berbeda sekaligus mampu meningkatkan kemampuan sepak bola. Tidak melulu harus berada di lini tengah atau bertahan saja melainkan sesekali menjadi striker, ditaruh pada bagian sayar kanan maupun kiri dan sebagainya.


Artikel Terkait Berita Bola

WhatsApp chat