Chat with us, powered by LiveChat
selamat datang di kingkongBOLA.com, DAPATKAN PROMO MENARIK Cashback sd 10%

Kejadian Paling Brutal di Ajang Piala Dunia Paling Menakutkan dan Tak Terlupakan

kejadian Paling Brutal di Ajang Piala Dunia Paling Menakutkan dan Tak Terlupakan

Tidak selamanya berita mengenai Piala Dunia mengulas kisah kemenangan dan aksi kepahlawanan dari para tim negara tertentu saja. Akan tetapi ada begitu banyak kisah bahkan rahasia tersembunyi yang belum diketahui oleh masyarakat luas. Semuanyadisimpan rapat oleh beberapa pihak terkait kareena mungkin dianggap membayakan serta dapat merusak citra turnamen bergengsi internasional tersebut. Namun beberapa diantaranya sudah diketahui publik dan menjadi sejarah panjang yang tidak akan pernah terlupakan. Adapun salah satunya mengenai kejadian tragis nan brutal di tengah lapangan hijau ketika dua tim nasional saling beradu kaki memperebutkan kemenangan dalam sepak bola dunia. Supaya mendapatkan nilai lebih unggul, tidak jarang para pemainnya melakukan tindakan kotor sampai kriminal sekalipun, misalnya saja menendang, menjotos, menanduk, bahkan sampai menabrakkan dirinya ke badan lawan. Nah, supaya lebih jelas lagi maka simak ulasan mengenai contoh insiden brutal dalam Piala Dunia di bawah ini!

Cekoslovakia vs Brazil, Piala Dunia 1938

Pada saat Piala Dunia 1938 silam, Brazil yang dianggap sebagai timnas terbaik dan kuat melawan Cekoslovakia di Kota Bordeaux, Prancis. Akan tetapi pertandingan yang seharusnya berjalan mulus dan menarik harus dikotori dengan perang kedua negara bersangkutan. Terjadi perselisihan diantara pemain Brazil dan Cekoslovakia sehingga kejadian tersebut sering disebut sebagai World Cup War Piala Dunia tahun 1938. Ketika permainan sudah berlamu sekitar seperempat jam di babak pertama, pemain bernama Zeze Procopio dengan sengaja penendang Oldrich Nejedly tanpa rasa bersalah sama sekali. Hal ini dimaksudkan untuk merebut bola yang tadinya sedang dikuasai oleh lawannya tersebut. Tentu saja tindakan Zeze langsung mendapatkan kartu peringatan wasit dan menyuruhnya keluar dari lapangan. Belum berakhir disitu saja karena insiden kesengajaan malah menjadi awal baru perkelahian di antara kedua belah tim nasional tersebut. Di 30 menit kemudian, seorang pemain asal Brazil yaitu Arthur Machado berkelahi dengan Jan Riha dari Cekoslovakia dengan sengit. Saking serunya maka turun sang pengadil pertandingan bernama Paul Van Hertzka dan memutuskan kedua pemain harus hengkang dari stadion.

Sebelumnya Leonidas dari Brazil malah berhasil mencetak skor melalui tendangan kaki kiri dan memberikan goal ke gawang frantisek Planicka. Diawali tendangan sengaja ditambah dengan rasa iri akan perebutan skor goal maka kedua tim terus bertengkar satu sama lain. Selama pertandingan berlangsung, keduanya bermain kasar dan brutal sampai menciderai beberapa pemain. Bahkan Hertzka sendiri mengaku kesulitan melerai perkelahian dan mengkondisikan kembali lapangan agar tenang seperti semula. Setelah melalui waktu panjang, akhirnya pihak Cekoslovakia mencetak sebuah goal dan mampu menyamakan angka. Hal ini dikarenakan tendangan penalti Nejedly masuk ke gawang Brazil. Sayangnya, sang pahlawan malah diserang dan terpaksa dipapah menuju ke luar lapangan karena cidera serius pada bagian kaki. Tak hanya dirinya, teman satu tim juga harus mengalami kejadian buruk beberapa saat kemudian yaitu Josef Krostalek mengalami cidera pada bagian perut. Sementara itu Frantisek Planicka juga harus merasakan kebrutalan turnamen karena cidera yang membuat tangan kanannya patah. Karena begitu banyak pemain yang terhenti maka dengan terpaksa Planicka dipanggil kembali dengan keadaan tangan yang masih sakit. Beberapa pemain Brazil seperti Peracio dan Leonidas juga merasakan cidera tetapi memaksakan diri terus melanjutkan pertandingan sampai berakhir.

Belanda vs Portugal, Piala Dunia 2006

Selanjutnya ada pertandingan brutal yang dialami oleh negara Belanda dan Portugal pada Piala Dunia tahun 2006. Tepatnya pada saat memasuki babak 16 besar, beberapa pemain kedua negara saling beradu di tengah lapangan hijau. Kota Nuremberg, tanggal 25 Juni 2016 menjadi tempat paling bersejarah dimana terjadi insiden paling menegangkan mengenai pertandingan sepak bola di Frankenstadion. Hal ini dikarenakan keluarnya 16 kartu kuning ditambah empat kartu merah selama permainan berlangsung. Karena jumlahnya tak wajar dan terlampau banyak, laga tersebut mencatat rekor sekaligus sejarah perolehan pelanggaran paling tinggi selama Piala Dunia berlangsung. Berakhir dengan skor tipis dimana Portugal menang 1-0 atas Belanda karena goal satu-satunya di menit ke-23. Namun suasana tegang sudah tercipta jauh sebelum goal dari Portugal itu sendiri. Mark Van Bommel dan Khalid Boulahrouz mendapatkan kartu kuning akibat pelanggaran yang dilakukan, tepatnya pada sepuluh menit pertama. Bahkan Boulahrouz sempat menghadiahi sang pemain legendaris Cristiano Ronaldo sebuah tekel keras sehingga membuatnya terkapar di tengah lapangan. Sebagai akibatnya, Ronaldo tak sanggup lagi meneruskan pertandingan sampai akhir dan harus segera dibawa menuju luar lapangan. Keluarnya satu pemain andalan Portugal membuat tim Belanda aman namun juga memperpanas suasana pertandingan. Setelah insiden kartu kuning oleh Boulahrouz, terjadi lagi perkelahian sehingga wasit Marco Rodriguez harus turun langsung menangani hal tersebut. Setelah sedikit mereda, perkelahian kembali terjadi melibatkan John Heitinga yang mendapatkan kartu kuning karena menyerang salah satu pemain Belanda. Hal ini dipicu karena pihak negara tersebut tidak mau menghentikan laga padahal sudah ada satu pemain Protugas yakni Ronaldo yang tengah cidera karenanya. Kemudian terjadi lagi pelanggaran dilakukan oleh Wesley Snejider karena mendorong Petit.

Hungaria vs Brazil, Piala Dunia 1954

Brazil kembali berbuat ulah dalam pertandingan Piala Dunia tahun 1954. Bahkan tim nasional mereka dicap sebagai pemain terkotor urutan ketiga setelah Jerman dan Argentina. Jadi jika kali itu terjadi kerusuhan di lapangan maupun beberapa pelanggaran, bukanlah suatu hal mengejutkan lagi. Seperti pada tahun 1954 dimana pemain Brazil, Nilton Santos menendang kaki Josef Bozsik. Tak terima begitu saja kemudian Bozsik membalas dengan memberikan tinjuan keras ke wajah Nilton sampai terluka. Wasit pertandingan tidak dapat mengeluarkan kedua pemain yang nantinya disinyalir akan memicu kerusuhan karena peraturan kartu merah belum diberlakukan. Sesuai perkiraan jika perselisihan terus berlanjut dimana Didi, salah satu pemain cadangan Brazil berani melemparkan papan iklan karena marah. Insiden lainnya lagi terjadi dimana Djalma Santos mengejar Zoltan Czibor asal Hungaria agar bisa diserang. Beberapa saat kemudian, pemain Hungaria bernama Kocsis berhasil mencetak goal baru sehingga melengkapi total skor mereka menjadi 4-2. Namun Brazil masih tidak terima dan secara tiba-tiba Humberto berlari ke arah Gyula Lorant, kemudian menghantamnya sampai terkapar.

Pertandingan Piala Dunia jaman dahulu memang sangat brutal bahkan kriminal. Banyak pemain hebat mengalami cidera serius sampai patah tulang, kehilangan gigi, kerusakan organ dalam bahkan koma sekalipun. Karena itulah pihak Komite FIFA membenahi dan membuat beberapa kebijakan serta aturan baru yangwajib ditaati oleh para pesertanya saat bertanding dalam satu lapangan. Bahkan di Piala Dunia Rusia 2018 ini tidak diperbolehkan satupun timnas yang melakukan tindak kecurangan jika tak ingin mendapatkan sanksi keras dari FIFA. Namun begitu masih terjadi pula pelanggaran kecil seperti menendang, men-tackle, menyundul, dan lain sebagainya ke arah lawan.

 


Artikel Terkait Berita Bola

WhatsApp chat