Chat with us, powered by LiveChat
selamat datang di kingkongBOLA.com, DAPATKAN PROMO MENARIK Cashback sd 10%

Membaca Prediksi Peluang Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2034

Membaca Prediksi Peluang Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2034

Belum selesai turnamen Piala Dunia tahun 2018, sudah muncul berbagai macam kabar baru lagi mengenai ajang bergengsi tersebut. Kali ini Rusia berhasil menjuarai voting pemilihan tuan rumah yang diselenggarakan di belasan kota dan stadion. Negara ini mengalahkan enam kandidat lain seperti Belanda, Inggris, Spanyol, dan lain sebagainya. Berbagai pro kontra mewarnai pemilihan tersebut, mulai dari isu adanya korupsi bahkan suap yang dilakukan pihak Rusia supaya bisa menjadi tuan rumah. Akan tetapi masalah tersebut selesai dan berakhir begitu saja sehingga pertandingan dapat berlangsung dengan lancar.

Untuk menjadi seorang tuan rumah Piala Dunia memang banyak sekali persiapan bahkan pengorbananya. Yang pertama tentu saja harus siap mental melawan beberapa negara kandidat lainnya. Selain itu juga memiliki cukup modal besar untuk membayarkan pajak kepada pihak FIFA dimana kisarannya mencapai belasan milyar dollar. Tentu saja ini bukanlah syarat mudah mengingat tiap negara pasti dipusingkan dengan urusan masing-masing, seperti kesejahteraan rakyat, hutang pada negara lain, dan sebagainya. Contohnya saja seperti Rusia yang telah menghabiskan dana nyaris puluhan milyar dollar untuk mempersiapkan Piala Dunia 2018, seperti membangun stadion, penginapan berkelas, akomodasi para peserta, dan keperluan lainnya.

Adakah Keuntungan Menjadi Tuan Rumah?

Jika dipikir secara logika orang awam, pasti menjadi tuan rumah akan menghabiskan anggaran negara yang begitu besar. Bisa juga keputusan tersebut malah merugikan diri sendiri karena kesulitan membayar pajak pada FIFA sekaligus membangun segala macam persiapan besarnya. Terlebih lagi turnamen dilaksanakan selama satu bulan penuh sehingga para peserta membutuhkan banyak kebutuhan selama tinggal disana. Akan tetapi, ternyata negara tuan rumah mendapatkan banyak sekali keuntungan, diantaranya:

  1. Timnas mereka secara otomatis akan lolos sampai ke babak final.
  2. Meningkatkan popularitas sehingga bisa dijadikan sebagai salah satu cara promosi ke berbagai negara lain.
  3. Meningkatkan kehidupan penduduk, mulai dari segi ekonomi hingga sektor pariwisatanya. Hal ini dikarenakan banyaknya turis internasional saling berdatangan ke tempat tersebut sehingga bisa dimanfaatkan oleh warga maupun pemerintah. Misalnya saja dengan cara berjualan makanan, minuman, promosi wisata, penginapan yang ramai, dll.
  4. Memudahkan para pemain untuk mendapatkan karir yang bagus setelah mengikuti turnamen Piala Dunia. Contohnya saja seperti tawaran bergabung ke tim terbaik, bayaran tinggi, mendapatkan sponsor, dll.

Kesempatan Indonesia Menjadi Tuan Rumah

Pernahkah Anda berandai-andai jika Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Dunia di suatu periode? Hal ini bukanlah mimpi semata karena bisa saja Tanah Air sanggup memenuhi berbagai perysaratan yang telah diajukan oleh FIFA. Terlebih lagi selama ini tim nasional Indonesia begitu dikenal di mata dunia karena dianggap cukup kompeten dan layak berjuang di kancah internasional. Ditambah lagi munculnya para pemain muda berprestasi yang mendukung permainan tim menjadi lebih maksimal.

Muncul kabar dimana Indonesia bakal maju ke pemilihan tuan rumah pada Piala Dunia tahun 2034 mendatang. Meskipun masih sangat jauh namun keinginan tersebut mulai direalisasikan sejak sekarang. Bersama dengan dua negara ASEAN yaitu Vietnam dan Thailand akan mendaftarkan diri sebagai tuan rumah. Pernyataan tersebut ternyata dibenarkan oleh salah satu anggota Komite Eksekutif atau Exco FIFA dari negara Malaysia, Tengku Abdullah Sultan Ahmad Shah. Ia mengungkapkan kalau Badan Sepak Bola dari Indonesia, Vietnam dan Thailand akan bekerja sama menjadi tuan rumah pada turnamen berikutnya. Tidak ada larangan sama sekali jika beberapa negara sekaligus bergabung dan mendaftarkan diri, seperti halnya AS mengajak Kanada dan Meksiko di Piala Dunia 2026. Jika keinginan tersebut dapat tercapai maka akan menjadi suat langkah sekaligus kesempatan besar bagi negara ASEAN karena beru pertama kali berperan penting dalam pertandingan besar tersebut.

Mengharapkan Qatar Mundur dalam Tuan Rumah Piala Dunia 2022

Pada bulan Juli 2017 kemarin, Jjoko Driyono selaku Wakil Ketua Umum PSSI mengatakan tentang ambisi Indonesia menjadi tuan rumah. Akan tetapi tentu akan ada banyak sekali tantangan yang harus dihadapi, salah satunya kandidat kuat yang menjadi pesaing. Sementara itu batas waktu pendaftaran menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034 akan berakhir ppada 2026 mendatang. Hal ini berarti baik Indonesia, Thailand maupun Vietnam masih mempunyai waktu cukup banyak yaitu depalan tahun untuk melakukan perkembangan. Jika berhasil, kemungkinan besar impian tersebut akan terwujud dengan mudah.

Beralih ke Piala Dunia tahun 2026 dimana beberapa pihak juga memprediksi jika Indonesia bakal mempunyai kesempatan jadi tuan rumah. Meskipun hal tersebut cukup sulit namun masih bisa terjadi apabila negara Qatar mengundurkan diri sebagai kandidat. Hal ini diungkapkan oleh Roy Suryo yang merupakan Menteri Pemuda dan Olahraga ketika wawancara seusai ASEAN Forum and International Conference on Sport Science and Tenchnology atau AFICSST pada tahun 2014 silam. Dalam jangka waktu yang cukup lama maka Indonesia mampu melakukan pembenahan terlebih dahulu agar memenuhi standar FIFA sebagai tuan rumah. Salah satunya yaitu suatu negara kandidat harus mempunyai setidaknya 20 stadion besar berstandar internasional.

Disamping itu, pihak FIFA atau Federasi Sepak Bola Internasional masih terus mempertimbangkan Qatar menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022. Bahkan menurut kabar beredar, negara tersebut terancam batal karena suatu alasan tersendiri. Berdasarkan berita dari Saudi Gazette, muncul isu jika Qatar telah membeli suara agar memenangkan voting pemilihan tuan rumah. Hal tersebut kemudian membuat Presiden FIFA, Gianni Infantino sangat kecewa akan skandal tersebut. Sebelumnya asosiasi tersebut telah menetapkan kebijakan jika pemilihan tuan rumah akan dilakukan dengan pemberian voting dari 211 negara anggota FIFA. Hasil sebelumnya memperlihatkan ada 24 negara memilih Qatar dan Rusia. Bahkan Qatar sempat dikabarkan keluar karena dianggap belum siap menjadi tuan rumah. Selain itu beberapa hal lain ikut dipertimbangkan oleh FIFA, diantaranya sering terjadi konflik di daerah tersebut. Oleh karena itulah kemudian muncul kabar baru jika Inggris dan Amerika Serikat akan menjadi kandidat terkuat menggantikan Qatar.

Mengenai kasus pembelian suara, Etika Michael Garcia, mantak ketua Komite melakukan penyelidikan selama satu bulan terhadap Qatar. Banyak bukti mencurigakan namun panitia belum juga berhasil membuktikan kebenarannya. Baik Rusia maupun Qatar sama-sama membantah tuduhan tersebut dan mengatakan jika mungkin ada pihak lain melatarbelakangi skandal tersebut. Karena masalah belum juga tuntas maka Qatar terancam gagal menjadi tuan rumah dan kandidat lain mempunyai kesempatan besar merebut posisi tersebut, salah satunya Indonesia. Bahkan Ketua Umum Rumah Gerakan 98, Bernard AM Haloho sendiri mengatakan kalau Indonesia punya peluang mengantikan Qatar di Piala Dunia 2022.

Jika benar terjadi maka Indonesia harus mempersiapkan diri mulai dari sekarang. Pasalnya, menjadi tuan rumah dalam Piala Dunia bukanlah perkara enteng. Bagi negara yang tergolong masih berkembang ini tentu menjadi suatu pertimbangan besar, mulai dari memikirkan modal, pembangunan stadion, dan kebutuhan para peserta turnamen.


Artikel Terkait Berita Bola

WhatsApp chat